EkonomiKabupaten Banjar

Arang Alaban Laku Keras Saat Ramadhan Dibanding Jelang Idul Adha

0

BANJAR, REPORTASE9.COM – Usaha jual arang alaban menjelang perayaan Idul Adha ternyata tidak mengalami peningkatan secara signifikan.

Tak hanya itu dimasa pandemi covid 19 yang dua tahun yang telah lewat pengusaha distributor arang terdampak karena perputaran roda perekonomian lumpuh karena banyak pembatasan aktivitas.

Mengenai hal ini salah satu distibutor penjual arang alaban Arif Rahman saat ditemui di Jalan Sungai Sipai, Kamis,(9/6/2022) mengatakan, setelah adanya pelonggaran PPKM oleh pemerintah, sudah mulai pulih dan normal lagi berjualan arang.

“Asalnya waktu pandemi covid 19 2 tahun itu, sakit penjualan arang omset menurun drastis, memang hampir semuanya terdampak. Kalau untuk saat ini sudah mulai membagus penjualan,”terangnya.

Lanjut Arif menerangkan, untuk wilayah penjualan arang mencakup Banjarbaru, Martapura, dan wilayah lainnya.

“Masih sekitaran daerah sini penjualan, terkadang yang dari jauh-jauh ada juga yang langsung datang mengambil ke sini, kaya dari pengaron atau dari binuang, biasanya yang pesanan itu sekitar 1 ton,”ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa arang alaban bahan bakunya dari kayu alaban, karena menurut penilitian kualitas kayunya memang bagus, untuk jadi bahan baku arang sebab tidak cepat habis jadi abu, panas bara api arangnya lebih tahan lama dari pada kayu angkasia, kayu gatah, dan kayu galam.

“Untuk arang ini ngambilnya dari daerah pelaihari, yang mengolah arang jadi, tapi ada juga yang dari hulu sungai barabai, dari pengaron, dan dari mandiangin,”tuturnya.

Lanjutnya untuk harga arang alaban sendiri untuk eceran dan partai berbeda. Kalau untuk eceran 1 kg atau 1 kantong plastik kecil dikenai harga Rp 5.000, dan kantong sedang Rp 10.000.

“Tapi disini kami menjual ada 2 jenis kualitas pilihan arang alaban A dan B. Untuk kualitas A 1 kg nya Rp 6.000, dan Untuk Kualitas B Rp 5.000 atau Rp 5.500,”paparnya.

Terangnya lagi kalau untuk penjualan dibulan-bulan ini yang laku terjual mencapai kurang lebih 15 ton kalau lagi ramai. Seperti saat bulan Ramadhan tadi itu keuntungan omset bisa naik sampai 100% penjualannya.

“Beda dengan menjelang perayaan Idul Adha ini masih biasa saja tidak terjadi peningkatan penjualan. Dengan perekonomian saat ini, dan harga bahan pokok yang juga pada naik tentu mempengaruhi harga arang ikut naik,”ucapnya.

Untuk pembeli arang sendiri biasanya ada pengecer untuk dijual lagi, dan ada dari pemilik rumah makan kuliner bakar-bakaran.

“Biasanya langganan yang beli arang ini dari penjual kuliner bakar-bakaran, seperti penjual sate, rumah makan lesehan dan lain-lain,”ujarnya Arif.

Sementara itu salah satu pembeli warga Martapura Lana mengatakan, beli arang untuk keperluan memasak bakar-bakaran dirumah.

“Saya beli arang biasanya untuk digunakan pribadi, karena kebetulan setiap ada hari-hari besar itu, keluarga pada ngumpul di rumah sambil bakar-bakar,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

More in Ekonomi