HiburanPendidikan

Pengembangan SDM Dalam Industri Game, Disdikbud Kalsel: Sifatnya Positif Tidak Masalah

0

REPORTASE9.COM – Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pengembangan game elektronik, di era digital sangat berkembang dikalangan millenial hingga ke mancanegara melalui salah satu kompetisi bergengsi game online dimainkan diseluruh negara.

Saat ini, game tidak bisa dipandang sebelah mata lagi, karena beberapa tahun belakangan sudah mendapatkan pengakuan resmi dan dianggap sebagai olahraga dengan istilah penyebutan “E-sport”.

Esport atau olahraga elektronik saat ini sangat diminati, hal ini dibuktikan dari tingginya peminat dalam setiap diadakannya kompetensi.

Mendukung hal tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi melakukan penandatangan kerja sama dengan PT LX Internasional Indonesia, Asosiasi Game Indonesia (AGI), serta Cipta Karsa Adikarya (CAKRA).

Kerja sama tersebut dilaksanakan guna mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Tanah Air yang unggul di bidang industri game.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto menyampaikan dengan terjalinnya kerja sama tersebut merupakan sebuah komitmen dari pendidikan vokasi untuk mengajak industri agar terlibat dalam link and match dengan pengembangan ekosistem pendidikan vokasi.

“Industri itu mau berpartisipasi terlibat dengan teaching factory. Ujungnya, ya, bikin games. Kerja sama ini kita padukan dengan berbagai program yang ada di Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (Dit. APTV) dan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (Dit SMK). Sehingga, saya memberikan tantangan untuk minimal bisa menghasilkan 5 sampai 10 games,” tutur Wikan.

Menaggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Kabid SMK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsuri mengaku sepanjang tidak menimbulkan hal negatif tidak masalah.

“Kalau sifatnya positif tidak masalah, kalau negatif jangan,” ujarnya. Senin (31/01/2022).

Menurutnya, hal ini merupakan bagian daripada pengembangan kemampuan peserta didik di bidang IT (Teknologi Informasi).

“Kalau menurut saya itu bagian daripada pengembangan komptensi anak didik di bidang IT, sepanjang pengembangan itu bersifat positif, ya tidak masalah,” terangnya.

Apalagi, saat ini kata Syamsuri, industri game sedang naik daun, dan dari sisi ekonomi terbilang sangat menghasilkan. Sehingga sah-sah saja hal tersebut dilakukan.

Disamping itu, menurutnya hal ini kuat kaitannya dengan teaching factory, yang mana peserta didik dapat belajar membangun sebuah bisnis yang sesuai dengan cara industri.

“Di model pembelajaran teaching factory inilah anak anak bisa menciptakan sebuah produk, belajar memasarkan, dan belajar tata kelola suatu bisnis yang sesuai dengan cara industri,” pungkasnya.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

More in Hiburan