Daerah

Menuju Masyarakat Produktif dan Aman, Istilah ODP dan PDP Ditiadakan?

0

REPORTASE9.COMPemerintah Kabupaten Banjar kembali menggelar kegiatan Rapat Koordinasi Mingguan yang dilaksanakan secara rutin, di Mahligai Sultan Adam Martapura, Selasa (21/07).

Kegiatan rapat koordinasi tersebut dilaksanakan guna membahas berbagai hal mewujudkan masyarakat Kabupaten Banjar yang produktif dan aman di tengah Pandemi Covid-19. 

Dalam kesempatannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Mokhamad Hilman mengatakan saat ini Pemkab Banjar telah memiliki buku panduan/pedoman Covid-19 sebagai dasar menuju masyarakat yang aman dan produktif.

“Untuk menuju masyarakat yang aman dan produktif dari Covid-19, kita ada buku pedoman sebagai dasar kita melangkah kedepan. Yang pertama ada pedoman buku menghadapi Covid-19, kedua pencegahan pengendalian diagnosis dan demen, pedoman manajemen bagi Pemerintah Daerah dalam penanganan Covid-19 dan dampaknya. Ketiga adalah pedoman penerapan masyarakat produktif dalam menghadapi Covid-19 oleh Pemerintah Daerah,” ungkap Hilman.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Hamdani menjelaskan sampai saat ini total kasus terkonfirmasi positif 482 orang, sembuh 190 orang, dirawat 33 orang, karantina khusus 17 orang, isolasi mandiri 218 orang dan yang meninggal dunia 25 orang.

Hamdani menambahkan setelah diresmikannya rumah karantina khusus dipastikan dalam minggu ini Guest House Sultan Sulaiman sudah digunakan bagi pasien Covid-19.

“Pemeriksaan swab/PCR sampai 18 Juli 2020, jumlah yang kita periksa sebanyak 2.419 orang dengan rincian hasil yang positif 464, negatif 1.648 orang dan invalid 6 orang, sedangkan yang masih dalam proses sebanyak 101 orang.” ungkapnya.

Disamping itu, Kementerian Kesehatan RI sendiri saat ini sudah meluncurkan lagi revisi kelima yang secara umum sudah meniadakan lagi istilah ODP dan PDP, digantikan dengan istilah-istilah yaitu kasus suspek, kasus Probable, kasus konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan, Discarded, selesai isolasi dan kematian.

Muhammad Asfiani

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

More in Daerah