Berita Utama

Workshop Journalist Camp: Tak Hanya Sekedar Kenalkan Dunia Jurnalistik

0

KALSEL, REPORTASE9.COM – Kegiatan Workshop Journalist Camp tidak hanya sekedar memperkenalkan dunia jurnalistik kepada para pelajar dan mahasiswa.

Akan tetapi juga, mengajarkan bagaimana cara penulisan karya jurnalistik baik dan benar agar dapat diterapkan, baik dilingkungan sekolah maupun universitas.

Kegiatan yang diselenggarakan Sejumlah Media Online (Baret78) yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut rencananya akan diselenggarakan secara berkala dan konsisten.

Dengan menggandeng sejumlah perusahaan sebagai media partner maupun sponsorship, seperti Reportase9.com, Teras7.Com, Wartakota.net, Habarkalimantan.com, BanuaTV, Redaksi8.com, Kupi Datu, Sabar Menanti Coffe, Percetakan Cozmix, Sembilan Organizer, Balai Kuta.

Menurut Dema yang merupakan salah permateri dalam kegiatan Workshop Journalist Camp menyampaikan kegiatan menulis tidak hanya dilakukan oleh wartawan saja.

Kegiatan menulis tentu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan dipelajarinya teknik menulis yang sesuai dengan kaidah jurnlistik para peserta dapat menyajikan tulisan yang mampu mengedukasi bahkan jauh dari istilah tulisan hoax ataupun ujaran kebencian.

Khusus untuk tulisan berita, Dema mengatakan haruslah memenuhi kaidah, seperti memperhatikan 5W+1H yang menjadikan berita terstruktur dari umum ke khusus dan memuat hal yang penting.

“Berita harus memenuhi unsur 5W+1H yang menjadikan sebuah berita berbobot dan tersusun rapi step by step,”paparnya.

Solihin sebagai peserta mengatakan, materi yang disampaikan cukup lugas, dan mudah dimengerti dengan bertanya apa yang belum jelas dengan materi yang dipaparkan.

“Materinya sudah jelas karena pertanyaan dijawab dengan baik oleh Bang Dema,”ungkapnya.

Setelah selesai penyampaian materi teknik penulisan berita dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi materi setelah dari beberapa materi yang disampaikan pemateri.

Saat peserta dievaluasi  oleh panitia terkait materi yang sudah dipaparkan kebanyakan kurang paham terkait sejarah jurnalistik karena panjang materi yang disampaikan.

Muhammad Asfiani

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

More in Berita Utama