DaerahKabupaten Balangan

Tak Menjaga Jarak Saat Pembagian BST, Tenaga Kesejahteraan Sosial Sebut Luas Halaman Menjadi Penyebab

0

BALANGAN, REPORTASE9.C0M – Pembagian penyaluran bantuan sosial tunai (BST)  berupa bantuan sosial program keluarga harapan (Bansos PKH) tahap ke 12 dan 13 dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang dilakukan oleh PT POS Indonesia untuk wilayah Kecamatan Paringin dan Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan berjalan lancar dan aman.

Meskipun terlihat hal yang kurang mengenakkan waktu penyaluran, yaitu kurangnya penerapan protokol kesehatan akibat tidak menjaga jarak minimal antar sesama penerima, dari pihak tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) yang bertugas disana menyebut pelaksanaan tetap berjalan dengan baik.

M Ridha selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Paringin Selatan mengatakan, untuk hari ini Kecamatan Paringin Selatan gabung sama Kecamatan Paringin kota penyaluran BST dari Kemensos RI yang dilakukan di Kantor Pos Indonesia, bertempat di Kecamatan Paringin Kota pada Senin (19/04/21).

“Untuk Kecamatan Paringin Selatan hari ini ada dua desa yang mendapat itu dari Kelurahan Batu Piring sama dengan Desa Bungin, dan besok akan dilanjutkan lagi untuk Kecamatan Paringin Selatan,” terangnya.

Ia melanjutkan, karena hari ini gabung antara Kecamatan Paringin Kota dan Kecamatan Paringin Selatan, jadi jumlah totalnya yang menerima itu sekitar 1.235 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dan penyaluran BLT ini sudah ditahap 12 dan 13, serta dari informasi pihak Kementerian pembagian BST tersebut akan berakhir pada bulan April nanti.

“Untuk satu bulan masing-masing KPM mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp. 300 ribu, tapi karena ini sekaligus dua bulan jadi yang disalurkan itu senilai Rp. 600 ribu untuk masing-masing KPM nya,” paparnya.

Bantuan sosial tunai ini hanya diperuntukkan untuk warga atau keluarga kurang mampu yang terdampak dari pandemi Covid-19.

Disinggung terkait kurangnya penerapan protokol kesehatan, itu tidak menjaga jarak antar sesama penerima, ia menyebutkan, karena ini dari segi jadwal pelaksanaannya tergabung jadi kapasitas tempatnya kurang, seandainya tempat ini bagus, luas, maka pasti akan bisa menampung, tapi inikan karena tempatnya yang kurang memadai membuat para penerima terbagi dimana-dimana, ada yang duduk di pojok serta sisi lain dari bangunan ini.

“Kita berharap kepada masyarakat agar tetap menjaga protokol kesehatan, kemudian tetap menggunakan bantuan ini untuk kebutuhan yang lebih bermanfaat di kehidupan sehari-hari bukan untuk belanja hal yang macam-macam,” pungkasnya.

Sedangkan, salah satu penerima dari Kelurahan Batu Piring, Abah Wahyu merespon dari kurangnya menjaga jarak.

“Masyarakat termasuk kita ini kan, ya wajar saja, ya kalau sudah seperti ini tetap bagus aja bagi kita, itu kan masih ada jaraknya,” katanya.

Untuk pembagian bantuan ini pun momentnya sangat pas, yaitu berhubung di bulan puasa juga mendekati idul fitri, ya tetap bersyukur bagi kami para penerima.

Saat di konfirmasi, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Balangan, Hery menjelaskan, hingga saat ini kisaran sekitar 75 persen penyaluran BST kepada para KPM ini terselenggara dan yang masih belum itu ada 25 persen.

“Jumlah penerima BST di bulan Maret- April itu totalnya 6.039 KPM, untuk tahap pertamanya itu sejumlah 5.519, sedangkan untuk tahap keduanya itu ada 520 KPM, sampai sekarang ini masih 5.519 yang tersalurkan, untuk 520 sampai sekarang kita belum menerima daftar KPM nya ini,” terangnya.

Dan terkait informasi dari Kementerian Sosial bahwa penyaluran BST akan berakhir pada bulan April, pihaknya belum bisa mempastikan sebab belum adanya surat ederan resmi dari yang bersangkutan, hanya mendapat info tersebut dari beberapa media.

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

More in Daerah