AdvertorialHukum & KriminalTNI - POLRI

Modus Repacking Minyak Goreng, Kapolri Janji Tindak Tegas

0

POLRI, REPORTASE9.COM – Moment mahalnya harga minyak goreng kemasan rupanya tak menjadi pengecualian untuk dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Hal tersebut seiring ditemukannya berbagai merek baru minyak goreng yang diduga hasil dari mengemas ualng atau repacking minyak goreng curah agar mendapat keuntungan besar.

Sebagaimana diungkapkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo angkat bicara terkait temuan modus repacking minyak goreng. Sigit menegaskan, kepolisian akan menindak tegas pelaku.

“Modus-modus repacking mengemas ulang saat ini banyak muncul jenis-jenis merk baru, yang selama ini tidak ada di pasar, ini akan kami pantau, menggeser dari kebutuhan curah ke industri, kita akan tindak tegas,” ujar Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/4/2022).

Selain itu, Sigit juga berjanji menindak pelaku-pelaku yang memalsukan dokumen. Sigit ingin memastikan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat.

“Memalsukan dokumen, sehingga kemudian mendapatkan pembayaran subsidi yang tidak sesuai dengan realitas produksi, ini akan kita tindak tegas,” jelasnya.

Sebelumnya, Sigit membentuk Satuan Tugas (Satgas) bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita terkait minyak goreng. Tujuannya memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran.

“Untuk memastikan ketersediaan di pasar betul-betul ada, kami bersama Pak Menperin membentuk satgas gabungan, di mana satgas gabungan ini kita tempatkan mulai di level pusat, para produsen, dan di kantor pusat,” kata Sigit.

Dia mengatakan, personel satgas gabungan itu alan ditempatkan di beberapa produsen besar minyak goreng. Personel dari Polri dan Kemenperin berjaga selama 24 jam mengawasi proses produksi minyak goreng.

“Kita tempatkan personel dari polisi dan dari Kementerian Perindustrian khususnya di beberapa produsen besar melekat 24 jam ntuk mengawasi proses produksinya,”

Muhammad Asfiani

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

More in Advertorial