Religi

Datu Suban, Datu Para Guru Tanah Banua

2

REPORTASE9.COM – Tempat makam bersejarah banyak tersebar diseluruh Kalimantan Selatan, salah satu makam yang sering dikunjungi oleh masyarakat yaitu makam Datu Suban.

Makam Datu Suban yang berada di Desa Tandui, Kecamatan Tapin Selatan masih terawat dan dijaga.

Datu Suban dulu dikenal sebagai ulama ahli Ilmu Tasawuf, dan mengajarkan kepada murid-murid beliau.

Selain ahli ilmu Tasawuf, beliau juga ahli dalam bidang ilmu lain seperti ilmu taguh (kebal), ilmu kabariat, ilmu berjalan diatas air, Ilmu Maalih Rupa, Ilmu Pandangan jauh, Ilmu pengobatan, Ilmu Kecantikan, ilmu falakiah, ilmu tauhid dan Ilmu firasat serta masih banyak lainnya. Wallaahu a’lam.

Datu Suban juga memiliki 13 murid yang datang kepada beliau untuk menimba ilmu adapun nama-nama murid beliau yaitu, Datu Murkat, Datu Taming Karsa, Datu Niang Thalib, Datu Karipis, Datu Ganun, Datu Argih, Datu Ungku, Datu Labai Duliman, Datu Harun, Datu Arsayana, Datu Rangga, Datu Galuh Diang Bulan, dan Datu Sanggul.

Datu Suban juga dikenal sebagai seorang Wali Allah, yang memiliki karamah kasyaf, beliau jugalah yang di mampukan Allah swt membaca dan mengajarkan Kitab Barencong.

Kitab Barencong ini beliau dapat dari Datu Nuraya yang membawa kitab tersebut, ketika saat itu datang kepada Datu Suban.

Namun, pada saat itu juga Datu Nuraya pulang ke Rahmatullah.

Setelah Datu Suban mempelajari Kitab Barencong lembar demi lembar hingga selesai.

Isi kandungan dari kitab barencong terdapat banyak berbagai ilmu yang mencakup ilmu keduniaan dan ilmu untuk akhirat.

Dikutip dari buku cerita Datu-Datu terkenal Kalimantan Selatan, bahwa karamah Datu Suban yaitu mengetahui datangnya waktu beliau pulang ke Rahmatullah.

Ketika dari mata beliau memancar dan keluar sosok yang rupanya sangat bagus, bercahaya, dan berpakaian hijau.

Ini pertanda bahwa tujuh hari lagi beliau akan berpindah alam.

Setelah itu empat hari kemudian dari badan Datu Suban mengeluarkan cahaya amat terang berwarna putih, besarnya sama dengan tubuh beliau dan harumnya semerbak.

Ini pertanda tiga hari lagi beliau akan meninggalkan dunia yang fana.

Dan menjelang mendekati waktu beliau pulang ke hadirat Allah swt, beliau memanggil seluruh murid beliau dan berkata ” Murid-muridku yang ku cintai, kalian jangan terkejut dengan panggilan yang mendadak ini, karena pertemuan kita hanya sampai disini, nanti pada waktu tengah malam lewat sekitar pada jam satu aku akan meninggalkan dunia fana ini, hal ini tidak bisa ditunda-tunda lagi, karena ketentuan Allah swt telah berlaku,”.

Kemudian beliau membacakan firman Allah swt Surah An Nahl, Ayat 61 yang artinya : Apabila sudah tiba waktu yang ditentukan maka tidak seorang pun yang dapat mengundurkannya dan juga tidak ada yang dapat mendahulukannya.

Setelah itu Datu Suban mangajak murid-murid beliau yang berhadir pada saat itu untuk berdzikir bersama untuk mengantar kepulangan beliau kembali pada Allah swt.

Akhir berdzikir dan selesai meninggalkan pesan-pesan kepada murid-murid Datu Suban pun sekejap memancarkan sinar cahaya (nur) terang benderang sampai keatas ufuk yang tinggi, kemudian lenyap ditelan kemunculan cahaya rembulan.

Murid-murid beliau yang menyaksikan kejadian itu, kemudian mengucap : Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

2 Comments

  1. .asfi minta no wa kkm..

  2. […] berguru kepada Datu Suban gurunya para datu muning yang ada di pulau borneo karena adanya “tanda atau isyarat” […]

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

More in Religi