Daerah

Danrem 074/Warastama Harapkan Peserta Miliki Kemampuan dan Kepekaan

0
Peserta Latihan Posko I diharapkan berlatih dengan serius dan penuh tanggung jawab (Foto : Arda 72/Pendim 0735/Surakarta)

Guna melatih kesiapan, kesigapan dan tanggap darurat dari prajurit militer, Komando Distrik Militer (Kodim) 0735/Surakarta ikuti Latihan Posko I, di Ruang Koridor Makodim 0735/Surakarta, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Selasa (18/06/).

Dalam Briefing-nya membuka kegiatan Latihan Posko I Kodim 0735/Surakarta tahun 2019. Komandan Korem 074/Warastama,Kolonel Inf Rafael Granada Baay mengungkapkan pelatihan bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prosedur hubungan kerja komandan dan staf dalam merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan operasi.

“Latihan Posko I ini juga sekaligus menjadi standar penilaian bagi komando dalam menilai tingkat kemampuan satuan dihadapkan dengan tantangan tugas ke depan,” terangnya.

Komandan Korem 074/Warastama,Kolonel Inf Rafael Granada Baay
Latihan Posko I juga jadi standar penilaian komanda terhadap satuan (Foto : Arda 72/ Pendim 0735/Surakarta)

Dimana kesiapan satuan lanjutnya, senantiasa dituntut dalam membantu Pemerintah Daerah pada penanggulangan akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan di wilayah dalam rangka Operasi Militer selain perang.

Kolonel Inf Rafael Granada Baay menyatakan, dalam latihan ini, Kodim 0735/Surakarta diskenariokan melaksanakan operasi bantuan kepada Pemerintah Kota Surakarta dalam rangka mengurangi dampak bencana alam yang terjadi disuatu wilayah.

“Oleh karena itu,  saya harapkan latihan posko ini dilaksanakan dengan serius, sungguh-sungguh dan bertanggung jawab disertai harapan setelah mengikuti latihan posko ini setiap peserta memiliki kemampuan dan kepekaan yang lebih terhadap setiap jenis bencana yang terjadi diwilayah,” cetusnya.

Peserta diharapkan mampu menganalisa dan mengantisipasi ancaman bencana (Foto: Arda 72 /Pendim 0735/Surakarta)

Ia juga berharap, peserta mampu menganalisa dan mengantisipasi ke depan untuk menentukan tindakan pencegahan dan penanggulangan terhadap potensi ancaman yang dapat terjadi.

“Peserta juga harus mampu mengoperasionalkan  Protap yang sudah ada,” pungkas Kolonel Inf Rafael Granada Baay.

Muhammad Asfiani

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

More in Daerah