AdvertorialEkonomiKabupaten Tanah Bumbu

Banjir Kalsel Berdampak Terhadap Stabilitas Harga Sembako

0

TANBU, REPORTASE9.COM – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melaksanakan kegiatan monitoring harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako), di sejumlah pasar tradisional, Minggu (31/01).

Kegiatan monitoring tersebut guna memastikan kestabilan harga dan keamanan stok di pasar, pasca bencana banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan yang berakibat terhadap pengiriman bahan pokok, khususnya jalur darat.

Dari pantauan yang dilaksanakan Disperindag Kabupaten Tanah Bumbu, para Pedagang Pasar Tradisional Simpang Empat mengeluh  keterlambatan pengiriman stok barang, akibat akses jalan yang dilalui barang mengalami kerusakan.

Sehingga sejumlah barang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, seperti yang diungkapkan Bahrul selaku Pedagang Beras yang mengatakan harga beli beras mengalami kenaikan ketika barang tersebut sampai ke wilayah Tanah Bumbu.

“Beras naik terus setiap kali datang, kami ngambilnya di Banjarmasin Beras Gambut, saya jualnya per karung, Beras Siam seharga Rp.450.000 perkarung dan Beras Mayang  Rp.550.000 perkarungnya, mungkin karena keadaan banjir kan benih-benih padi terendam punya orang (petani),” ujarnya.  

Ia berharap bahwa Pemerintah Kabupaten Tanbu memperhatikan harga pasaran agar bisa kembali diturunkan untuk bahan pokok terutama harga sembako tidak lagi dinilai tinggi dipasaran, sehingga masyarakat baik pembeli maupun mereka sebagai penjual merasa saling nyaman dalam transaksi jual beli.

H Sharani pemilik Toko Berkat Abadi Pasar Harian mengatakan bahwa harga bahan pokok belum bisa dikatakan keseluruhan normal maupun stabil, tergantung pelaku usaha atau pedagang, sebagian harga mungkin turun tergantung barang apa dan pedagangnya siapa.

“Tidak semuanya turun harga barang, sepengetahuan saya tergantung bagaimana padagangnya menjual barang/bahan pokok kepada pelanggan, bahkan barang barang cenderung pada naik,” ucapnya

Tak jauh dari sana tampak pedagang dari Toko Al-Rasyid  H Joko menjelaskan bahwa barang/bahan pokok ia lebih menjual eceran sedangkan ia mengaku para pelaku usaha dagang grosiran lah yang mematok harga tinggi dimana konsumen kalangan menengah ke atas.

“Saya menjual eceran, dimana barang/bahan pokok tidak bisa seenaknya di naikkan harganya karena pembeli saya rata-rata adalah kalangan menengah kebawah, susah menjual kalau harga dinaikkan kan juga kasian masyarakat setempat,” imbuhnya.

Sementara bahan pokok lainnya mengalami penurunan dari minggu lalu seperti beberapa jenis cabai dan bawang menurun kisaran 10.000 sampai 30.000, stok bahan pokok ini masih stabil karena distribusi melalui jalur laut dari luar daerah Tanbu.

Menyikapi akan hal itu, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Tanbu, H Denny Hariyanto mengatakan bahwa dari hasil monitoring harga bahan pokok di pasar tradisional dalam kondisi harga stabil dan sebagian ada harga yang turun dari minggu lalu.

“Ada harga stabil dan harga turun, disebabkan oleh jalur Sulawesi ke Tanbu lancar dan jalur Banjarmasin ke Tanbu mulai darat bisa dilewati karna banjir mulai surut.” Jelasnya pada (27/01)

Berdasarkan pantauan harga bahan pokok yang tercatat di situs disdag.kalselprov.go.id yang terupdate tanggal 26 Januari 2021 sedikit ada kesamaan harga kecuali harga cabe rawit segar.

Cabe besar segar Rp 41.100/kg, cabe merah keriting segar Rp 53.800/kg, cabe rawit hijau segar Rp 38.300/kg, cabe rawit lokal segar Rp 132.200, cabe rawit taji segar Rp 79.400/kg, cabe rawit tiung segar Rp 75.500/kg. harga cabe rawit lokal segar terpantau masih mahal Rp 132.200/kg.  

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

You may also like

More in Advertorial